Kisah: Bapak dan Anak
Malam itu entah pukul berapa. Aku sedang memesan minuman di sebuah stand minum di pinggir jalan dekat sebuah universitas, bersama temanku. Temanku yang baik, semoga kamu selalu sehat dan makin baik sampai hari ini. Setelah memesan minum, kami berjalan santai sambil menunggu angkot. Tidak banyak pembicaraan saat itu, kecuali masing-masing kami saling mencoba menghibur. "Gakpapa belum rejeki" "Iya, kapan-kapan nyobak lagi" "Ayo, dollar hunters!!" Kami tertawa. Ini tawa-tawa yang keluar dari mulut saja, tapi senangnya tidak masuk ke hati. Hahaha saja. Eh, sudah ada angkot, kami masuk mencari tempat duduk di angkot yang tadi menepi. Karena mungkin juga lelah, kami diam saja di angkot waktu itu. Sambil menghabiskan minuman yang tadi kami beli. Masih kecewa sama olym yang kalah, aduh lucu kalau diingat. Angkot yang kami tumpangi sudah penuh. Tak lama berangkat, ada seorang bapak dan anaknya yang menghentikan angkot itu. Bapak itu meminta ikut. Tak ...