Posts

Showing posts from May, 2018

Kepada:

Pencarian itu ada ujungnya, pengembaraan itu ada tujuannya. Pada saatnya nanti dirimu harus berhenti. Atau diberhentikan. Pencarianmu akan selesai. Atau terpaksa kau anggap selesai. Pada saatnya nanti pengembaraanmu akan berakhir. Mungkin pada tujuan dan hatimu tenang. Mungkin pula pada separuh perjalanan dan hatimu-- tetap harus kau rasakan, bagaimanapun perasaannya Penghidupan ini, pemaknaan ini, jiwa dan ruh yang diamanahkan ini, tidak diberikan untuk membuat hatimu gusar, tidak marem dan tidak hidup Hari ini sudah tersampaikan, bila pengembaraan dan pencarianmu tak berujung, pertanyaanmu tak terjawab, kau harus tahu: Inilah saatnya kau harus  mengubah pertanyaan. *. https://layuarum.blogspot.co.id/2017/11/aku-belum-hidup.html

Ngaji Hidup Zaman Sekarang

Image
Akhir-akhir ini sering rindu sama masa ngaji di kampung waktu kecil. Masa berangkat ngaji rame-rame. Pakai jilbab asal asalan karena takut ditinggal temen-temen. Berangkat sambil kejar-kejaran. Masa nyulap masjid jadi tempat paling seru karena bisa petak umpet bareng-bareng. Masa dimana hal yang ditakuti cuma ada tiga: maju muroja'ah urutan pertama, dimarahin guru ngaji karena ketahuan naik atap masjid dan pulang ngaji sendiri tanpa ada jemputan dari orang rumah. Tapi rindu juga ya, pulang bareng cuma modal obor dan bacaan ayat kursi blepotan. Sok strong padahal aslinya ketakutan pulang sendirian. Duh kangennya... Masa nunggu teman khatam adalah surga karena setelahnya makan-makan. Oh iya, waktu itu surga neraka cuma Allah yang punya. Syukuran di masjid masih sah-sah saja. Murid dan guru hubungannya ya tatap muka. Belum ada balas komen lewat sosial media. Senakal-nakalnya murid kala itu, ya nunduk juga. Mungkin kami beruntung zaman segitu belum tersentuh arus media sosi...

Membaca

Image
Perintah pertama dalam Al-Quran bukanlah salat atau sedekah, perintah itu adalah membaca. Tapi manusia banyak lupanya... Andai Allah sudi, mengizinkan kita membaca basmalahnya, bismillahirrahmanirrahim itu artinya dengan menyebut nama Allah yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang. Yang pengasih itu Dia, bukan dosen dan atasan. Tapi kita banyak lupanya. Bismillah kita terbungkus di amplop dan di bingkisan. Seketika itu bismillah kita bukan bismillah . Illah kita banyak rupanya. Andai Allah sudi membiarkan kita membaca takbirNya. Tidak akan kita menuhani bacaan takbir saudara kita.  Andai kita tidak lupa, Allahuakbar itu artinya Allah Mahabesar. Jadi kuasa kita yang mana? Mungkinkah masih kita ingin menjadi Akbar di antara saudara-saudara kita? Memutuskan mereka salah, mereka benar. Kuasa dan Haq itu hanya milik Dia. Masihkah perasaan benar sendiri itu singgah? Allahuakbar . Kita manusia banyak lupanya. Andai kita dapat membaca bumiNya, membaca kalamNya, membaca k...