Bunga-bunga Rumput
“Apakah kamu merasa baik, Ya?” “Tentu, jauh lebih baik setelah kau pulang” Aku memalingkan wajah darimu. Mengambil pandangan yang sama denganmu jauh di depan sana. Di antara alang-alang dan bunga rumput yang tumbuh liar. Menembus udara malam yang bisa diwajarkan dinginnya. Jauh ke depan, ke tempat lampu-lampu kota berserakan seperti cahaya bintang yang disebar sembarangan. Dari atas bukit ini, memang hampir separuh pemandangan kota Batu terhidangkan. 12 Tahun bukanlah waktu yang lama untuk dapat mengubah hidup anak manusia, kecuali jika Tuhan mengirimkannya satu orang yang baik- katanya . “Rupanya kau masih ingat denganku, aku kira kau sudah lupa” Satu batang rokok mengacung di antara telunjuk dan jari tengahmu. Sudah hampir habis, tinggal separuh. Tapi bukan karena kau hisap, melainkan karena sepoi angin yang membakarnya. Bahkan, jika kulihat rokok itu hanya dua kali menyentuh bibirmu yang terbalut gincu itu. Ketika kau nyalakan dan kedua kali ...