Menyoal Kita yang Berbeda

Pernah terbayang tidak seandainya semua manusia yang kita temui pikirannya akan sejalan. Pandangannya akan selaras? Pernah terbayang tidak seandainya semua penghuni bumi ini frekuensi hatinya sama. Tidak ada perbedaan pandangan.Tidak ada perbedaan pendapat. Apa semuanya akan baik-baik saja?


Jawabannya: belum tentu.







Akan selalu ada perbedaan pandangan setiap orang yang satu dengan yang lainnya. Sebab setiap dari kita memiliki perjalanan yang berbeda. Beda masa lalu, beda orang tua, beda ujiannya, beda lingkungannya, benturan-benturan dalam hidup juga berbeda.
Meski sama-sama ditempa, jelas hasil akhirnya tidak akan pernah sama.


Selalu ada benang merah antara garis mutlak yang ditorehkan Tuhan kepada makhluknya. Adanya perbedaan-perbedaan tadi, mungkin saja salah satu alasan Tuhan menciptakan hati. Agar kita bisa saling mengerti. Bisa saling memosisikan diri. Bisa saling memahami. Mungkin saja.


Terkadang kita menciptakan sifat dan sikap ideal orang lain hanya menurut kacamata kita. Iya, menilai itu mudah, mengerti itu yang susah. Kita terbiasa menilai orang sebagai pemarah, penakut, pendiam dan ribuan kata sifat lainnya yang kerap menurut kita tidak pas atau kelewat porsinya.
Sedang dalam penghakiman kita yang seperti itu, kita sendiri bahkan tidak pernah tahu, atau tidak banyak tahu, apa strugle yang sudah ditempuhnya, bagaimana perjalanan yang telah dilaluinya.
Dan sudah pasti belum ada jaminan pula, apakah kita tidak akan melakukan hal yang sama saat kita ada pada posisi mereka.



Pada setiap perbedaan yang ada, pada pemikiran, pada pandangan dalam pergaulan atau sebuah hubungan, pemahaman adalah hal dasar yang paling dibutuhkan, selain juga penerimaan tentu saja.
Karena jauh lebih masuk akal bahwa kita yang mengubah cara pandang dan penilaian kita terhadap setiap pemikiran baru (menurut kita) itu, ketimbang harus mengubah kesemua dan menjadikannya sejalan dengan kita.
Biarpun pada ujungnya kerap masih ada penerimaan yang sulit dilakukan, kebaikan Tuhan akan turut hingga akhir persoalan. Atas hal yang demikian itu, kita masih dapat mengambil pelajaran.


Maha Pengertian Tuhan yang telah menciptakan hati untuk dapat merasakan-- segala perasaan.



_____


Pernah terbayang tidak seandainya semua manusia yang kita temui pikirannya akan sejalan. Pandangannya akan selaras?

Pernah terbayang tidak jika si bawang putih akur-akur saja dengan ibu tirinya?
Apa jadinya jika rahwana tidak menculik Shinta? apa jadinya jika Pinokio tidak pernah berbohong dalam hidupnya?


Sepertinya hidup lempeng-lempeng saja ituuu.... kurang gimana gitu ya 😁

Comments

  1. Tidak pernah akan ada cerita jika manusia diciptakan oleh-Nya sama.
    Artikelnya bagus, mengalir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah membaca :)
      sepertinya saya pernah mampir di tulisan Bang Doel yang ada di mojok.co, benar tidak ya?

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Membaca

Aku Belum Hidup