Membaca Hati: Rumah yang Jarang Disinggahi
Tulisan ini adalah sebuah usaha permintaan maaf dan terima kasih. Kepada Tuhanku, dan pada dirimu, siapapun, yang takdirmu terpilin menjadi bagianku. Dan takdirku yang yang terpilin menjadi bagian kehidupanmu--nanti.
Seperti yang aku dan kamu tahu, usia selalu tanpa sebab membawa hari ini menjadi kemarin.
Membawa yang baru saja menjadi terdahulu. Juga membawa yang dangkal menjadi dewasa.
Mungkin seperti usia itu pula, tulisan ini tertuang tanpa butuh terang apa sebab yang mengharuskannya ada.
Seperti yang tidak kita sama-sama tahu, apakah usia akan (atau telah) membawamu padaku, juga aku padamu. Aku, kamu, tidak dibiarkan berilmu mengenai itu.
Namun bagaimanapun nantinya, biarkan aku selesaikan tulisan yang telah aku mulai.
Terima kasih pada Tuhan yang telah menciptakan terima kasih. Pada semesta yang telah dibiarkaNnya berkonspirasi. Padamu, yang garis tanganmu beririsan dengan punyaku, terima kasih sudah menjadi wujud dari doa-doaku dan doa orang yang telah mendoakanku atas itu.
Sampaikan pula terima kasih ini pada garisan peristiwa dalam kehidupanmu.
Pada bahagiamu yang nanti akan kau ceritakan dengan lepas kepadaku.
Pada kehilangan-kehilanganmu yang nanti akan kau bagi hingga dadamu lega.
Sebab mulai hari itu, hal seperti tawa atau luka akan kita bagi berdua.
Terima kasih telah banyak kau selesaikan bagianmu.
Terima kasih atas kedatanganmu. Terima kasih atas banyak hal yang sepatutnya aku terima kasihi.
| Malang, 8 Juli 2018 |
Nanti apabila tulisanku ini sampai kepadamu, dengan kau temukan atau aku yang menceritakannya sendiri, percayalah, sebenarnya aku hendak mengakhiri tulisan ini dengan manis. Semanis, potongan senja untuk Alina dalam "Sepotong Senja untuk Pacarku". Atau semanis maksud yang hendak aku sampaikan padamu melalui ini, pastilah kau mengerti.
Namun, sebab seperti yang aku katakan tadi, tulisan ini adalah usahaku berterima kasih juga permintaan maafku, aku hanya dapat mengakhirinya dengan sederhana, dengan satu maaf yang nanti akan kau pahami maksud dan artinya apa--
"maaf, jika mungkin kamu tidak dapat seberuntung aku perihal mendapatkanmu."
---
(Tapi hari ini kau berhak tersenyum, dirimu telah bertamu dan membaca tulisan atau bahkan pula hatiku.)
baguskak
ReplyDelete